Senin, 11 Maret 2013

Airlangga Sabar Menanti Kesempatan Main

Airlangga Sabar Menanti Kesempatan Main


Striker Persib Bandung Airlangga belum mendapat banyak porsi main dari pelatih Jajang Nurjaman. Ronggo-sapaannya, mengaku dirinya tetap sabar menunggu kepercayaan pelatih dan bertekad untuk memberikan penampilan terbaiknya saat kesempatan itu hadir.
Dari 8 pertandingan yang sudah dijalani Persib musim 2013 ini, namanya selalu masuk Daftar Susunan Pemain (DSP) sebagai pemain cadangan. Ronggo baru tampil di 5 partai sebagai pemai pengganti. Dan sampai saat ini, pemain berkostum 9 ini baru tampil sebanyak 36 menit.
Belum dapat banyak kepercayaan dari pelatih tidak membuat Ronggo berkecil hati. Penyerang berusia 27 tahun ini yakin suatu saat akan datang peluang main untuknya.
“Saya paham dan mengikuti strategi yang diterapkan pelatih. Mungkin saya memang belum masuk skema dari strategi yang diterapkan pelatih. Intinya saya harus sabar dan menunjukkan penampilan terbaik saat diberi kesempatan,” tutur Ronggo di Mess Persib, belum lama ini.
Setiap pemain tentu mengharapkan tampil sebagai pemain inti, menurut Ronggo. Namun jika dirinya belum masuk dalam skema dan strategi pelatih, Ronggo tidak bisa memaksakan diri. Baginya kepentingan tim lebih utama daripada keinginan pribadinya.
“Kepengennya sih bisa main lama. Tapi pelatih punya strategi sendiri. Buat saya yang penting kemajuan untuk Persib. Kepentingan pribadi saya yang kedua. Yang pertama untuk kepentingan Persib,” ujar Ronggo.

kemenangan barca

kemenangan Barcelona atas Deportivo La Coruna, Sabtu (9/3) waktu setempat bukan hanya memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen La Liga Spanyol tapi juga terjadi sebuah rekor dunia.

Pelakunya siapa lagi kalau bukan Lionel Messi. Gol yang dibuatnya di menit-menit akhir dalam laga tersebut membuatnya selalu mencetak gol dalam 17 secara berturut-turut.

Penyerang asal Argentina itu memecahkan rekor dunia yang selama ini dipegang Teodor Peterek dengan mencetak gol dalam 16 laga di liga domestik secara berurutan.

Peterek membuat 22 gol dalam 16 laga berurutan di Divisi Utama Polandia pada musim 1937/38. Messi yang baru saja mencetak rekor dengan membuat lebih dari 200 gol di liga, sekarang sudah mencetak 40 gol dari 27 laga dan hampir dipastikan akan menjadi top skor di La Liga musim ini.

Di La Liga sendiri, rekor mencetak gol secara berurutan sempat dipegang Cristiano Ronaldo yang selalu mencetak gol dalam sepuluh laga, yang kemudian dilewati oleh Messi.

Lawan SFC, Firman: Reuni Sekalian Tanya Tunggakan Gaji

Lawan SFC, Firman: Reuni Sekalian Tanya Tunggakan Gaji


Ada 3 pemain Persib Bandung yang musim lalu berkostum Sriwijaya FC Palembang, yaitu Firman Utina, M Ridwan dan Supardi. Maka pertandingan besok malam akan menjadi ajang reuni bagi ketiganya. Dan bukan hanya itu, menjambangi Palembang pun menjadi kesempatan bagi mereka menagih tunggakan 2 bulan gajinya musim lalu.
Hal itu diutarakan Firman Utina saat ditemui di tempat tim Persib menginap, Hotel Sandjaja, Palembang, setelah ibadah sholat Jumat siang tadi. Firman mengaku akan bertanya pada mantan rekan setimnya Ponaryo Astaman dan manajemen SFC, mengenai perkembangan tunggakan gaji terhadap pemainnya musim lalu.
“Sekalian reuni, sekalian nanya gaji ke Ponaryo sama ke manajemen SFC,” aku Firman.
Memiliki piutang dari SFC justru membuat gelandang berkostum 15 ini semakin termotivasi melawan mantan klubnya yang berjuluk Laskar Wong Kito. Lanjutnya, pada laga besok, ia ingin membuktikan diri di hadapan publik sepakbola Palembang.
“Termotivasi menghadapi SFC. Ingin membuktikan apalagi gajinya belum dibayar 2 bulan,” sebutnya.
Sedangkan saat disinggung kemungkinan adanya tekanan dari penonton di stadion, terlebih untuk mantan pemain SFC, Firman menjawab enteng. “Seharusnya Sriwijaya yang takut karena belum bayar gaji,” tutupnya.

Rombongan Bobotoh Diserang, SFC Janji Lakukan Penyelidikan

Rombongan Bobotoh Diserang, SFC Janji Lakukan Penyelidikan


Selain Hotel Sandjaja tempat tim menginap, beberapa rombongan bobotoh Persib pun ikut menjadi korban penyerangan sesaat setelah meninggalkan stadion Jakabaring, Palembang. Sampai pukul 12 malam ini, ada 1 bus dan 2 mobil pribadi yang ditumpangi bobotoh yang terlihat hancur kacanya terkena lemparan dan pemukulan.
Kaca belakang bus dengan nomor polisi D (Bandung), lalu dua mobil dengan nomor polisi BM (Pekanbaru) dan BG (Palembang) langsung diamankan ke Hotel Sandjaja.
Salah satu bobotoh yang menjadi korban menceritakan bahwa kejadian penyerangan tersebut terjadi tidak lama setelah rombongan mereka keluar dari stadion. Beberapa orang langsung menyerang mereka, memukul-mukul mobil serta membanjur air keras. Salah satu teman mereka terkena air keras dibagian kening. dan langsung dibawa ke Rumah sakit Bari, Palembang.
“Saya sempat melihat salah satu pelaku penyerangan memakai baju berwarna oranye, mereka menyerang dari belakang lalu dari samping. Kaca mobil kita pecah dan badan mobil penyok. Untungnya kita bisa lolos padahal saat itu keadaan jalan sedang macet,” ungkap bobotoh asal Padalarang tersebut.
Direktur Keuangan Sriwijaya FC, Augie Bunyamin yang langsung datang ke Hotel Sandjaja bersama Hendri Zainuddin (Direktur Teknik SFC) mengatakan bahwa Sriwijaya FC sudah berkoordinasi dengan Kapolresta untuk menyelidiki hal ini.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolresta. Mudah-mudahan besok pagi atau malam ini ada yang tertangkap. Kita dengan Persib sebetulnya tidak ada masalah. Pemicunya apa, kita akan selidiki. Bisa saja ini adalah ulah oknum yang pengen membuat suasana menjadi tidak kondusif,” kata Augie Bunyamin.
Sebelumnya, Augie sudah pernah membekukan seluruh kelompok suporter SFC di Palembang sehingga mereka tidak diperbolehkan menonton pertandingan Sriwijaya FC dengan menggunakan atribut.
Sementara itu, manajer Persib, Umuh Muhtar menyayangkan penyerangan yang terjadi terhadap tim dan bobotoh di Palembang. “Ini bisa menjadikan hubungan antara kedua tim menjadi buruk. Padahal sejak dulu hubungan antara Persib dengan Sriwijaya FC selalu harmonis. Biasanya kita aman-aman saja kalau bermain disini. Begitu pula bila SFC main di Bandung, selalu kita sambut dengan baik,” kata Umuh yang berjanji akan mengganti seluruh kerugian yang dialami bobotoh.

Sabtu, 09 Maret 2013

berita firman utina

Lawan SFC, Firman: Reuni Sekalian Tanya Tunggakan Gaji




Lawan SFC, Firman: Reuni Sekalian Tanya Tunggakan Gaji

Ada 3 pemain Persib Bandung yang musim lalu berkostum Sriwijaya FC Palembang, yaitu Firman Utina, M Ridwan dan Supardi. Maka pertandingan besok malam akan menjadi ajang reuni bagi ketiganya. Dan bukan hanya itu, menjambangi Palembang pun menjadi kesempatan bagi mereka menagih tunggakan 2 bulan gajinya musim lalu.
Hal itu diutarakan Firman Utina saat ditemui di tempat tim Persib menginap, Hotel Sandjaja, Palembang, setelah ibadah sholat Jumat siang tadi. Firman mengaku akan bertanya pada mantan rekan setimnya Ponaryo Astaman dan manajemen SFC, mengenai perkembangan tunggakan gaji terhadap pemainnya musim lalu.
“Sekalian reuni, sekalian nanya gaji ke Ponaryo sama ke manajemen SFC,” aku Firman.
Memiliki piutang dari SFC justru membuat gelandang berkostum 15 ini semakin termotivasi melawan mantan klubnya yang berjuluk Laskar Wong Kito. Lanjutnya, pada laga besok, ia ingin membuktikan diri di hadapan publik sepakbola Palembang.
“Termotivasi menghadapi SFC. Ingin membuktikan apalagi gajinya belum dibayar 2 bulan,” sebutnya.
Sedangkan saat disinggung kemungkinan adanya tekanan dari penonton di stadion, terlebih untuk mantan pemain SFC, Firman menjawab enteng. “Seharusnya Sriwijaya yang takut karena belum bayar gaji,” tutupnya.